Industri Mocaf Periode II (Kluster)

Setelah vakum selama 2 bulan (Maret-April 2007) akibat musim hujan dan beberapa faktor kendala  yang di sebutkan di atas,  industri ini mulai berjalan lagi pada bulan Mei 2007. Pemerintah Kabupaten Trenggalek melalui beberapa SKPD nya memberikan bantuan berupa alat-alat pembuatan chip (bahan baku MOCAF) serta pelatihan-pelatihannya. Selain itu,  ada investor baru yang memberikan modal penyertaan kepada koperasi untuk usaha MOCAF ini. Sehingga pada periode ini ada dua investor yang telah bergabung bersama koperasi, yakni Bapak H. Sukarni dan Ibu Hj. Wahyu  Purwatiningsih.

Beberapa bantuan yang di berikan Pemerintah Daerah diantaranya pelatihan pembuatan MOCAF dan produk olahannya yang diselenggarakan oleh Dinas Koperindag  Kabupaten Trenggalek. Selain itu,  Dinas Koperindag juga memberikan bantuan alat berupa mesin slicer dan peralatan untuk membuat produk olahannya. Bantuan berupa mesin slicer dan press kepada 10 kelompok usaha juga diberikan oleh Bagian Perekonomian Kabupaten Trenggalek.

Satu hal mendasar yang menjadi pembeda periode II dengan periode I adalah semua proses basah (pembuatan chip)  dilakukan dikelompok usaha atau kluster sedangkan proses penepungan dan kemasan masih tetap dilakukan di Koperasi. Sistem ini memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha kecil di Kabupaten Trenggalek. Proses pembuatan chip oleh kluster, selain lebih dekat dengan produsen ketela juga berbentuk padat karya, karena melibatkan banyak orang dalam sebuah kluster. Pada tahap ini terdapat 15 kluster yang aktif, yakni :

No Nama Kelompok Nama Ketua Alamat

1

Kelompok Nuju Makmur Anang Hadianto Desa Gandusari Kec Gandusari

2

Anwar Dukuh Mumbul, Bendungan

3

Kelompok Aulia Mandiri Asngati Desa Suruh Kecamatan Suruh

4

Minto Dermosari, Tugu

5

Kelompok Tani Subur Rejeki Murbianto Pule

6

Pak Jito Sambirejo, Pogalan

7

Rusman Wonanti, Gandusari

8

Rustam Pule

9

Samsudin Pogalan

10

Santoso Mlinjon, Suruh

11

Kelompok Sumber Tani Sarbini Jajar Gandusari

12

Haryanto Sumurup

13

Sukardi Nglancor, Gandusari

14

Sukatno Mblimbing, Ndongko

15

Kelompok Rukun Tani Sutrisno Desa Duren Kecamatan Tugu

Produksi tepung pada Periode II sebagaimana tersebut di bawah ini ;

mocaf-grafik-2

Dengan menggandeng 15 klaster tersebut, maka jumlah bahan baku chip jauh lebih banyak. Sehingga  Koperasi mampu memproduksi tepung MOCAF sebesar 30 ton pada bulan Nopember 2007. Dengan rata-rata produksi perbulan sebesar 13 ton.

Pada akhir tahun 2007 Kementrian RISTEK melalui program RUSNAS bekerjasama dengan Pemkab Trenggalek menyusun Prosedur Operasi Standar (POS) pembuatan MOCAF. Dengan pembuatan POS ini mutu chip MOCAF mulai seragam. Bantuan lain dari Dinas Koperasi dan UKM Propinsi Jawa Timur berupa pinjaman lunak difasilitasi oleh Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG) Surabaya

Namun periode antara Mei 2007 sampai dengan Mei 2008 ini bukannya tanpa kendala. Masalah cashflow keuangan pabrik menjadi kendala terbesar, karena Koperasi membeli bahan baku (chip) dari klaster dengan kontan, sedangkan pembayaran dari pembeli tepung MOCAF mundur 1 bulan sehingga koperasi tidak mampu lagi membeli chip sebelum ada pembayaran dari pembeli.