Alat

6 Photos

Hasil-Olahan

26 Photos

Lahan Ketela

24 Photos

Pabrik

15 Photos

Kantor

5 Photos

Pengurus

6 Photos

 
Tanggal : 06/01/2012

Tanggal : 17-18/01/2012

KOPERASI SERBA USAHA GEMAH RIPAH LOH JINAWI MENGADAKAN
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF
Selasa – Rabu 17-18 Januari 2012

Investasi PELATIHAN Rp. 1.100.000,-

TERMASUK

MATERI KIT
AKOMODASI
PENGINAPAN

Informasi lebih lanjut hubungi kami di

OFFICE PHONE AND FAX
0355-796033
CONTACT PERSON
SIGIT LAKSONO 081357533166

Tanggal : 19/12/2011

Tanggal : 27-28/10/2011

KOPERASI SERBA USAHA GEMAH RIPAH LOH JINAWI MENGADAKAN
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF
Selasa – Rabu 27-28 Desember 2011

Investasi PELATIHAN Rp. 1.100.000,-

TERMASUK

MATERI KIT
AKOMODASI
PENGINAPAN

Informasi lebih lanjut hubungi kami di

OFFICE PHONE AND FAX
0355-796033
CONTACT PERSON
SIGIT LAKSONO 081357533166

Tanggal : 12/12/2011

Kepada Yth. Pengunjung situs kami, dikarenakan dalam perbaikan maka beberapa bulan terakhir kami tidak bisa memberikan informasi melalui situs ini.

Dan mulai hari ini, Senin, 12 Desember 2011, sudah bisa difungsikan kembali.

Demikian dari kami, dan mohon maaf atas keterlambatan tanggapan maupun informasi.

Tanggal : 08/10/2011

KOPERASI SERBA USAHA GEMAH RIPAH LOH JINAWI MENGADAKAN
PELATIHAN PEMBUATAN TEPUNG MOCAF
Selasa – Rabu 18-19 Oktober 2011

Investasi PELATIHAN Rp. 1.100.000,-

TERMASUK

MATERI KIT
AKOMODASI
PENGINAPAN

Informasi lebih lanjut hubungi kami di

OFFICE PHONE AND FAX
0355-796033
CONTACT PERSON
SIGIT LAKSONO 081357533166

Tanggal : 14/02/2011

A. Bahan-Bahan
mocaf 200 g
Margarin 125 g
Coklat krim 75 g
Telur ayam 3 butir
Gula pasir 175 g
Coklat bubuk 35 g
Kenari 50 g
Vanili secukupnya
B. Cara Pembuatan
Telur dan gula dikocok, lalu tambahkan mocaf sambil diaduk sampai rata.
Tambahkan margarin yang sudah dicairkan, coklat krim dan vanili sambil terus diaduk sampai rata.
Masukkan adonan ke loyang brownis berukuran 28 x 10 cm yang sudah diolesi margarin
Taburkan irisan kenari di atas adonan
Panggang adonan pada suhu 180 oC sampai matang
Keluarkan kue brownies dari oven lalu potong sesuai ukuran dan siap disajikan..

Resep telah diUji di dapur Unit Pastry and Bakery KSU Gemah Ripah Loh Jinawi Trenggalek.

Selamat Mencoba :)

Tanggal : 28/01/2011

Kepada Yth. Pengunjung situs kami, www.mocaf-indonesia.com, kami mohon maaf  dalam beberapa hari terakhir tidak bisa diakses dikarenakan dalam perbaikan. Demikian dari kami dan terimakasih untuk dukungannya pada MOCAF.

Tanggal : 01/11/2010

PELATIHAN TERBATAS PEMBUATAN CHIPS MOCAF SEGERA DILAKSANAKAN PADA KAMIS-JUMAT, 4-5 NOPEMBER 2010.

BAGI YANG BERMINAT HUBUNGI KAMI DI 0355 796033 (JAM KERJA) ATAU +6281335005682 (MARWOTO HANDOYO)

Tanggal : 09/01/2010

TRENGGALEK – Bertempat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, 24 Nopember 2009, yang lalu Menteri Pertanian Ir.Suswono, MMA melakukan “Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional”. Acara ini antara lain dihadiri oleh para pimpinan daerah penerima bantuan kegiatan pengembangan agroindustri tepung-tepungan, Ibu-ibu penggerak PKK, Gapoktan, pelaku usaha tepung dan undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Menteri Pertanian mengatakan bahwa Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional ini sangat strategis dalam upaya mendorong peningkatan pembangunan agroindustri tepung-tepungan nasional, terutama peningkatan produksi tepung fermentasi yang saat ini mulai kembali digemari oleh masyarakat. Pencanangan ini diharapkan dapat mengawali peningkatan tambahan produksi tepung sekitar 20% dari kebutuhan impor nasional selama lima tahun ke depan. Mentan menjelaskan bahwa pada tahun 2008, impor gandum kita mencapai 5,2 juta ton.

Sedangkan dari 22,7 juta ton produksi ubi kayu, yang diolah menjadi bahan pangan dan non pangan baru mencapai 22,3% atau setara dengan 4,6 juta ton ubikayu segar. Hal ini berarti peluang pasar untuk tepung dari ubi kayu masih cukup besar.

Untuk mendukung kemandirian pangan dan daya saing produk lokal tersebut, pemerintah telah memberlakukan pengetatan pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan melalui PERMENTAN No. 27 Tahun 2009 yang berlaku efektif sejak 19 Nopember 2009. Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka komoditas impor yang tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan serta tidak aman untuk dikonsumsi, ditolak masuk ke Indonesia. Adapun komoditas yang terkena peraturan ini antara lain gandum, jagung, kacang-kacangan dan beberapa serealia lainnya.

Komitmen Pemerintah dalam mengembangkan pangan nonberas, antara lain melalui berbagai kebijakan seperti mendorong diversifikasi pola konsumsi berbasis pangan lokal; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman pangan; dan mendorong pengembangan teknologi pengolahan pangan non beras dan non terigu. Adapun beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong industrialisasi tepung cassava antara lain berupa pemberikan stimulus pengembangan tepung-tepungan pada usaha kecil bidangpangan; sosialisasi, advokasi dan pembinaan peningkatan pemanfaatan pangan lokal melalui tepung-tepungan; pemberian peralatan pengolahan tepung-tepungan kepada usaha kecil bidang pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu tepung yang dihasilkan; mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam meneruskan sosialisasi dan pengembangan teknologi tepung-tepungan; dan terus mengupayakan pencitraan tepung cassava menjadi tepung nasional.

Pada kesempatan kunjungan kerja tersebut, Mentan menyerahkan sarana pengolahan tepung, antara lain berupa peralatan, starter(inokulan) fermentasi dan sarana bangunan secara simbolis kepada para bupati yang wilayahnya mendapat alokasi bantuan pada tahun anggaran 2009.

Menteri Pertanian juga menegaskan, kita harus mampu mempertahankan keberhasilan swasembada beras, dan kesanggupan negara kita memenuhi sebagian dari permintaan beras internasional, sekaligus menjadikan momentum ini untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pengembangan agribisnis ubi kayu, khususnya di bidang pengolahan dan pemasaran hasil yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sentra-sentra produksi ubi kayu.

Mengakhiri kata sambutannya, Menteri Pertanian menegaskan pentingnya sinkronisasi dan sinergitas berbagai pihak yaitu antara pemerintah, petani, industri dan pelaku bisnis, pakar, peneliti, asosiasi, akademisi dan pihak-pihak terkait lainnya, akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan agribisnis tepung-tepungan.

Tanggal : 27/07/2009

Tepung MOCAF sebagai bahan alternatif pengganti terigu mempunyai peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Dari sisi permintaan, kebutuhan akan pasar terigu kian meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi makanan masyarakat yang kian modern. Demikian juga dengan semakin menjamurnya berbagai jenis industri dan usaha pengolahan makanan, dari skala besar sampai penjual eceran, terutama sejak krisis ekonomi 1998.
Baca Selanjutnya »

Tanggal : 25/07/2009

Prinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.
Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen.
Baca Selanjutnya »

« Previous Entries