Alat

6 Photos

Hasil-Olahan

26 Photos

Lahan Ketela

24 Photos

Pabrik

15 Photos

Kantor

5 Photos

Pengurus

6 Photos

 
Tanggal : 09/01/2010

TRENGGALEK – Bertempat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, 24 Nopember 2009, yang lalu Menteri Pertanian Ir.Suswono, MMA melakukan “Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional”. Acara ini antara lain dihadiri oleh para pimpinan daerah penerima bantuan kegiatan pengembangan agroindustri tepung-tepungan, Ibu-ibu penggerak PKK, Gapoktan, pelaku usaha tepung dan undangan lainnya.

Mengawali sambutannya, Menteri Pertanian mengatakan bahwa Pencanangan Percepatan Produksi Tepung Fermentasi dan Deklarasi Kemandirian Tepung Nasional ini sangat strategis dalam upaya mendorong peningkatan pembangunan agroindustri tepung-tepungan nasional, terutama peningkatan produksi tepung fermentasi yang saat ini mulai kembali digemari oleh masyarakat. Pencanangan ini diharapkan dapat mengawali peningkatan tambahan produksi tepung sekitar 20% dari kebutuhan impor nasional selama lima tahun ke depan. Mentan menjelaskan bahwa pada tahun 2008, impor gandum kita mencapai 5,2 juta ton.

Sedangkan dari 22,7 juta ton produksi ubi kayu, yang diolah menjadi bahan pangan dan non pangan baru mencapai 22,3% atau setara dengan 4,6 juta ton ubikayu segar. Hal ini berarti peluang pasar untuk tepung dari ubi kayu masih cukup besar.

Untuk mendukung kemandirian pangan dan daya saing produk lokal tersebut, pemerintah telah memberlakukan pengetatan pengawasan keamanan pangan segar asal tumbuhan melalui PERMENTAN No. 27 Tahun 2009 yang berlaku efektif sejak 19 Nopember 2009. Dengan diberlakukannya peraturan ini, maka komoditas impor yang tidak memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan serta tidak aman untuk dikonsumsi, ditolak masuk ke Indonesia. Adapun komoditas yang terkena peraturan ini antara lain gandum, jagung, kacang-kacangan dan beberapa serealia lainnya.

Komitmen Pemerintah dalam mengembangkan pangan nonberas, antara lain melalui berbagai kebijakan seperti mendorong diversifikasi pola konsumsi berbasis pangan lokal; meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap keanekaragaman pangan; dan mendorong pengembangan teknologi pengolahan pangan non beras dan non terigu. Adapun beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mendorong industrialisasi tepung cassava antara lain berupa pemberikan stimulus pengembangan tepung-tepungan pada usaha kecil bidangpangan; sosialisasi, advokasi dan pembinaan peningkatan pemanfaatan pangan lokal melalui tepung-tepungan; pemberian peralatan pengolahan tepung-tepungan kepada usaha kecil bidang pangan dalam upaya meningkatkan produktivitas dan mutu tepung yang dihasilkan; mendorong keterlibatan perguruan tinggi dalam meneruskan sosialisasi dan pengembangan teknologi tepung-tepungan; dan terus mengupayakan pencitraan tepung cassava menjadi tepung nasional.

Pada kesempatan kunjungan kerja tersebut, Mentan menyerahkan sarana pengolahan tepung, antara lain berupa peralatan, starter(inokulan) fermentasi dan sarana bangunan secara simbolis kepada para bupati yang wilayahnya mendapat alokasi bantuan pada tahun anggaran 2009.

Menteri Pertanian juga menegaskan, kita harus mampu mempertahankan keberhasilan swasembada beras, dan kesanggupan negara kita memenuhi sebagian dari permintaan beras internasional, sekaligus menjadikan momentum ini untuk mencapai keberhasilan dalam upaya pengembangan agribisnis ubi kayu, khususnya di bidang pengolahan dan pemasaran hasil yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sentra-sentra produksi ubi kayu.

Mengakhiri kata sambutannya, Menteri Pertanian menegaskan pentingnya sinkronisasi dan sinergitas berbagai pihak yaitu antara pemerintah, petani, industri dan pelaku bisnis, pakar, peneliti, asosiasi, akademisi dan pihak-pihak terkait lainnya, akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan agribisnis tepung-tepungan.

Tanggal : 27/07/2009

Tepung MOCAF sebagai bahan alternatif pengganti terigu mempunyai peluang yang cukup besar untuk dikembangkan. Dari sisi permintaan, kebutuhan akan pasar terigu kian meningkat seiring dengan perubahan pola konsumsi makanan masyarakat yang kian modern. Demikian juga dengan semakin menjamurnya berbagai jenis industri dan usaha pengolahan makanan, dari skala besar sampai penjual eceran, terutama sejak krisis ekonomi 1998.
Baca Selanjutnya »

Tanggal : 25/07/2009

Prinsip dasar pembuatan tepung MOCAF adalah dengan prinsip memodifikasi sel ubi kayu secara fermentasi. Mikroba yang tumbuh akan menghasilkan enzim pektinolitik dan sellulolitik yang dapat menghancurkan dinding sel ubikayu sedemikian rupa sehingga terjadi liberasi granula pati. Proses liberalisasi ini akan menyebabkan perubahan karakteristik dari tepung yang dihasilkan berupa naiknya viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi, dan kemudahan melarut.
Selanjutnya granula pati tersebut akan mengalami hidrolisis yang menghasilkan monosakarida sebagai bahan baku untuk menghasilkan asam-asam organik. Senyawa asam ini akan terimbibisi dalam bahan, dan ketika bahan tersebut diolah akan dapat menghasilkan aroma dan cita rasa khas yang dapat menutupi aroma dan citarasa ubi kayu yang cenderung tidak menyenangkan konsumen.
Baca Selanjutnya »

Tanggal : 26/05/2009

Tak sulit menemukan lokasi PT Bangkit Cassava Mandiri (BCM). Pabrik yang menyatu dengan kantor ini berada persis di pusat Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek. Dari kantor Koperasi Serba Usaha Gemah Ripah Loh Jinawi hanya dipisahkan sebuah lapangan sepak bola yang ramai dimanfaatkan warga saat sore tiba. Baca Selanjutnya »

Tanggal : 26/05/2009

Tepung Mocaf (Modified Cassava Fluor), tak bisa dilepaskan dari keberadaan Koperasi Serba Usaha (KSU) Gemah Ripah Loh Jinawi yang berdiri pada 13 Januari 2006. Koperasi ini memang didirikan sebagai wadah industri Mocaf. Tak heran bila pada awalnya ia menaungi segala aktivitas berkaitan dengan produksi tepung tersebut. Mulai dari pengumpulan bahan baku ketela pohon, produksi enzyme, pemrosesan, hingga pemasaran. Baca Selanjutnya »

Tanggal : 26/05/2009

Tepung berbahan baku singkong, seperti tepung tapioka dan tepung gaplek sudah dikenal orang sejak lama. Dua macam tepung ini merupakan olahan lebih lanjut dari singkong yang bertujuan mengawetkan serta memberi nilai lebih. Meski tujuan pengawetannya tercapai, tetapi kedua jenis tepung tersebut tidak dikonsumsi masyarakat dalam jumlah besar. Baca Selanjutnya »

Tanggal : 07/04/2009

Tepung Mocaf yang dikenal sebagai tepung ketela alternatif pengganti terigu, kini telah banyak diproduksi di daerah Trenggalek, Jawa Timur dan juga Sumatra Barat. Saat ini Sumatera Barat telah bersiap memproduksi tepung mocaf. Di daerah tersebut, ketersediaan singkong bahan baku yang berlimpah dan pasar lokalnya sangat prospektif.
Koperasi “Gemah Ripah Loh Jinawi” Trenggalek yang memproduksi Mocaf, saat ini kapasitasnya mencapai 100 ton per bulan. Sedangkan permintaaan pasar nasional mencapai lebih dari 1000 ton per bulan. Di masa mendatang, diharapkan bermunculan beberapa pabrik yang siap memproduksi mocaf ini. Baca Selanjutnya »

Tanggal : 20/11/2008

Sehari bersama dirjen DeptanDirjen P2HP (Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian) Departemen Pertanian berkunjung ke Trenggalek. Prof.Dr.Ir.Zaenal Bachrudin,MSc,demikian nama pak dirjen P2HP,menjadi tamu pemkab Trenggalek dengan satu agenda : melihat dari dekat perkembangan MOCAF (Modified Cassava Flour),tepung ketela yang dimodifikasi.Orang biasa menyebutnya dengan tepung cassava untuk membedakan dengan tepung tapioka,yang sama-sama dari ketela.Bedanya,tepung MOCAF tidak mengalami proses diperas seperti tapioka,tapi langsung dari ketela,dikupas,dirajang dan diberi enzym,dijemur dan kemudian ditepung. Baca Selanjutnya »

Tanggal : 04/11/2008

Modified Cassava Flour (MOCAF) sebagai tepung ketela alternatif pengganti terigu, kini telah go nasional. Beberapa waktu lalu, bupati Trenggalek mempresentasikan MOCAF dari sisi kemanfaatan industrialisasinya buat masyarakat miskin dan pedesaan.Presentasi di depan diskusi Bappenas di Aston Atrium itu direspon sangat positif oleh para pakar yang hadir. Bahkan, sang moderator menyatakan bahwa ini adalah alternatif pemecahan kemiskinan dan pembangunan pedesaan. Baca Selanjutnya »